
Tawangsari — Artificial Intelligence (AI) kini semakin dekat dengan kehidupan pelajar. Berbagai aplikasi berbasis AI telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, mulai dari mencari informasi hingga membantu menyelesaikan tugas. Namun, kemampuan menggunakan AI perlu diimbangi dengan pemahaman tentang cara memanfaatkannya secara tepat.
Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Edukasi Pemahaman Artificial Intelligence melalui Program Senopati Academy yang berlangsung di Laboratorium Komputer 1 SMA Negeri 1 Tawangsari, Senin, 7 September 2026.
Sebanyak 39 siswa dari kelas X, XI, dan XII mengikuti kegiatan yang dilaksanakan bersama Polres Sukoharjo tersebut. Para peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal AI lebih dekat sekaligus memahami berbagai hal yang perlu diperhatikan ketika memanfaatkan teknologi tersebut.
Kegiatan berlangsung dengan suasana yang interaktif. Siswa tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga mengikuti berbagai aktivitas yang telah disiapkan dalam program Senopati Academy. Kegiatan diawali dengan cerita interaktif “JEDA”, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian pembelajaran dan evaluasi melalui pretest dan posttest.
Salah satu hal penting yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah bahwa kecakapan menggunakan AI tidak berhenti pada kemampuan memberikan perintah kepada sebuah aplikasi.
Melalui materi Introduction to AI, siswa diajak mengenali konsep dasar kecerdasan buatan serta memahami bagaimana teknologi tersebut menghasilkan sebuah keluaran berdasarkan data dan proses pembelajaran tertentu. Siswa juga diajak melihat berbagai contoh penggunaan AI yang sebenarnya sudah mereka jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Pembahasan kemudian berlanjut pada aspek Ethical Use of AI. Pada bagian ini, siswa diperkenalkan pada pentingnya menggunakan AI dengan mempertimbangkan etika, keamanan, privasi, keadilan, serta tanggung jawab sebagai pengguna.
Bagi pelajar, pembahasan mengenai etika AI menjadi semakin penting karena teknologi tersebut juga mulai digunakan dalam proses belajar. Siswa perlu memahami kapan AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dan kapan penggunaannya justru dapat mengurangi proses belajar itu sendiri.

Perkembangan AI juga membawa tantangan baru dalam dunia informasi. Foto, video, maupun informasi yang dihasilkan atau dimanipulasi menggunakan teknologi AI dapat membuat seseorang semakin sulit membedakan informasi yang benar dan yang tidak.
Melalui materi Fighting Hoax with AI, siswa diajak membangun kebiasaan untuk tidak langsung percaya terhadap informasi yang diterima. Kemampuan memeriksa sumber, mempertanyakan kebenaran informasi, dan berpikir kritis menjadi bagian penting dari literasi digital yang perlu dimiliki pelajar.
Selain itu, siswa mendapatkan pengenalan AI Prompts 101. Mereka belajar bahwa hasil yang diperoleh dari AI juga dipengaruhi oleh bagaimana pengguna menyampaikan instruksi. Salah satu kerangka yang diperkenalkan adalah K-I-F-C, yaitu Konteks, Instruksi, Format, dan Contoh.
Dengan demikian, siswa tidak hanya mengenal AI sebagai teknologi yang dapat memberikan jawaban, tetapi juga belajar bagaimana berkomunikasi dengan AI secara lebih terarah.
Kegiatan Senopati Academy memberikan pengalaman baru bagi siswa untuk melihat AI dari berbagai sisi. Di satu sisi, AI dapat menjadi alat yang bermanfaat untuk belajar dan berkarya. Di sisi lain, penggunaannya tetap membutuhkan pertimbangan, kemampuan berpikir kritis, serta kesadaran terhadap etika dan keamanan digital.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SMA Negeri 1 Tawangsari semakin siap menghadapi perkembangan teknologi yang terus berubah. Bukan sekadar menjadi generasi yang mampu menggunakan AI, tetapi juga mampu menentukan bagaimana, kapan, dan untuk tujuan apa AI sebaiknya digunakan.
Semangat “Berpikir Kritis, Berkarya Etis” yang menjadi bagian dari program Senopati Academy diharapkan dapat terus diterapkan siswa dalam aktivitas belajar maupun kehidupan digital sehari-hari.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, para peserta memperoleh sertifikat Senopati Academy.
Bagi SMA Negeri 1 Tawangsari, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap penguatan literasi digital siswa sekaligus langkah untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi dunia yang semakin lekat dengan teknologi kecerdasan buatan.
